Beberapa hari lalu, saya disibukkan dengan sebuah mimpi yang berulang-ulang selama 34 hari 3 malam berturut-turut.
Dalam mimpi tersebut, saya melihat sebuah bus memiliki nomor samping 168 tengah berjalan melintasi saya. Sejurus kemudian dibelakangnya ada sebuah mobil keluarga memiliki plat nomor polisi yang sama "168" (saya lupa depan dan belakangnya). Anehnya, mimpi yang sama kembali terulang.
Uniknya lagi sekitar pukul 18.00 WIB saat saya pulang dari kantor dan mengenderai sepeda motor matic kesayangan, saya melihat nomor yang sama di sebuah nomor polisi kendaraan yagn ditumpangi seorang wanita. (Jangan ditanya cantik atau tidak pemilik mobil tersebut ya.. hehehe).
Intinya, karena terus menerus terngiang-ngiang 3 angka tadi, saya pun iseng-iseng menjelajahi di "Mbah Google". Dan didapatilah seperti ini.
Percaya atau tidak. . . Dibalik angka-angka tersimpan sebuah makna. Ada istilah nomor cantik atau nomor keberuntungan. Untuk nomor ponsel, angkanya semakin hoki semakin mahal.
Angka 168, katanya bermakna sebagai satu-satunya jalan menuju sukses.
Lalu begitu dashyatkah pengaruh sebuah angka, sehingga bisa membawa kesuksesan atau membawa hoki? Tergantung! Karena ingin memiliki nomor cantik 168, makanya saya cari nomornya di Roxi Mas. Alangkah senangnya setelah dapat.
Tapi, begitu paginya saya pakai, sorenya hp di jambret orang. Namun ada juga teman, setelah ganti nomor yang ada angka 168, ordernya kebanjiran. Memang tak ada salahnya kita percaya angka-angka tertentu kalau itu memberikan motivasi.
Dari angka 168 saya jadikan moto, bahwa satu-satunya jalan untuk sukses itu yang pertama adalah adanya kemauan. Mengapa kemauan? Karena itulah modal yang pertama untuk menggerakkan komponen-komponen sukses yang lain.
Dengan adanya kemauan, barulah bisa berjalan menuju sukses. Kemauan untuk belajar. Kemauan untuk berusaha. Kemauan untuk berinovasi. Kemauan untuk semangat. Kemauan untuk berdoa.
KEMUDIAN Saya pun mengecek arti 168 dari Fengshui, begini bunyinya :
"Ramalan angka, merupakan bagian penting dari kehidupan kita. Angka-angka bermunculan setiap saat, pada nomor-nomor rumah, nomor-nomor telepon, nomor-nomor nomor HP…
Yang paling diinginkan oleh orang-orang adalah angka-angka yang telah dipersonalisasi sebagai nomor keberuntungan bagi mereka. Tetapi bagaimanakah caranya untuk mulai memilih angka? Stanley Ng menelitinya.
Dalam feng shui, kami menggunakan angka-angka untuk mewakili lima unsur dalam metode Delapan Arah dan Bintang Terbang.
Metode tersebut juga dipakai untuk meramal masa depan dan menetapkan kualitas Chi di suatu ruangan. Meskipun demikian, untuk nomor nomor HP, orang-orang mengunakan metode yang berbeda.
Untuk nomor HP, orang-orang lebih menyukai angka-angka yang secara fonetik mirip dengan kata-kata keberuntungan dalam bahasa Cina.
Kebanyakan mempunyai pilihan untuk angka-angka kejayaan seperti “8”, “6” atau “9” untuk membentuk kombinasi nomor keberuntungan seperti “168”, “8998” atau “8888′. Angka dua dan tiga juga populer.
SH Tan, dealer nomor HP, mengatakan mengenai para pelanggannya, “90% waktu dipergunakan mereka untuk memilih nomor mereka sendiri. Biasanya orang Cina dan India yang melakukannya, tetapi sekarang ini orang Malaysia juga menjadi pintar, karena nomor HP-nomor HP dengan nomor yang bagus lebih mudah untuk dijual kembali.
“ Tetapi seberapa banyakkah mereka bersedia membayar untuk memperoleh nomor keberuntungan ?
ARTI ANGKA
Jadi, bagaimanakah caranya memilih angka-angka? Nah, pertama-tama anda harus mengetahui arti dari setiap angka.
Angka 8 dianggap sebagai salah satu angka yang paling besar keberuntungannya, karena diyakini bahwa angka 8 akan membuat anda kaya. Angka 8 juga merupakan angka kedua palig jauh dari angka 1 dalam urutan 1-9 dan keberuntungan Anda dikatakan paling besar pada saat Anda tepat berada dibawah puncak.
Delapan juga berarti pertumbuhan dan perluasan. Selain itu, delapan juga angka “kejayaan masa depan” dalam masa 7 (masa dimana pada saat ini kami berada) dan akan menjadi “kejayaan saat ini” pada saat kami memasuki masa 8.
Dengan demikian, angka 8 telah menjadi angka yang sangat populer untuk menjadi bagian dari nomor HP.
Angka 3 biasanya dipandang sebagai angka yang bagus karena ia mewakili “kehidupan”. Secara fonetik dalam bahasa Canton , tiga menyerupai sang, yang berarti hidup. Salah satu kombinasi populer yang menyertakan angka 3 adalah “328”.
Yang berarti anda akan “menemukan kemudahan dalam berbisnis”. Angka 6 juga sangat menguntungkan karena ia berbunyi luk yang menyerupai kata untuk “menguntungkan”.
Selanjutnya, 6 adalah dua kali 3 yang berarti “melipat gandakaan apapun yang anda miliki”. Jika nomor HP anda “1368” berarti “peruntungan kekayaan anda akan terus berlipat ganda setiap saat”.
Angka 1 dan 9 juga angka yang bagus. Angka 1 mewakili kesatuan, sedangkan angka 9 berarti umur panjang. Angka-angka ini terangkai dengan baik dengan angka-angka keberuntungan lainnya, seperti dalam 1998, 1389 dan lain-lain.
Angka 2 menyerupai yi, kata untuk “mudah”. Angka ini seringkali ditempatkan di depan angka-angka lainnya, misalnya 23, 26 atau 28.
Terjemahan kombinasi-kombinasi ini berarti “pertumbuhan yang mudah”, “ keuntungan yang mudah” dan kejayaan yang mudah”. Meskipun demikian, sangat tidak menguntungkan menempatkan angka 2 didepan 4, yang menyerupai “mudah mati” – bukan yang anda inginkan pada nomor HP Anda tentunya!
Angka 5 menyerupai ng yang berarti “tidak akan”. Angka ini paling bagus dikombinasikan dengan angka 4. Karena angka 4 menyerupai “mati”, 54 berarti tidak akan mati”.
Jangan pernah mengkombinasikan angka 5 dengan angka keberuntungan karena angka tersebut meniadakan keberuntungan. Misalnya 58 berarti “tidak akan jadi kaya” dan 53 berarti “tidak akan berkembang”.
Angka 7 menyerupai chat yang berarti kepastian. Angka ini paling bagus dikombinasikan dengan angka 2 atau 8 yang berarti “kejayaan yang pasti”. Hindari menempatkan angka 7 dengan angka-angka sial seperti 4 yang berarti “pasti mati”.
Angka 4 adalah angka yang berusaha dihindari oleh setiap orang pada nomor nomor HP mereka. 4 berarti “mati” dalam bahasa canton! Meskipun demikian, angka 4 tidak selalu buruk. Sebagai contoh, 48 berarti “kejayaan yang langgeng” dan 43 berarti “bahkan jika anda mati, anda akan hidup”. Atau jika dikombinasikan dengan 5, seperti 54, berarti tidak akan mati”. Kaidah yang gampang adalah jangan pernah menempatkan angka 4 di akhir rangkaian nomor.
ANGKA-ANGKA KEBERUNTUNGAN YANG TELAH DIPERSONALISASI
Bukan hanya angka agung delapan, enam dan sembilan yang membawa keberuntungan. Beberapa angka-angka sial tampaknya dapat menguntungkan bagi orang-orang tertentu.
Sebagai contoh, 4 & 5 biasanya dianggap angka sial, tetapi jika KUA pribadi anda adalah empat atau lima , maka angka-angka ini adalah angka keberuntungan bagi anda. Meskipun demikian, angka-angka seperti delapan dan sembilan adalah angka keberuntungan bagi semua orang.
Juga, jika nomor HP anda beruntung secara kolektif, akan lebih mudah untuk menjualnya. Kata Ng Wee Hock, dealer nomor HP, “memang aneh, tetapi salah satu hal pertama yang dilihat orang nomor HP.
Jadi, apa yang dianggap paling tabu jika berkenaan dengan angka-angka? Tanya saya. Ng menjawab, “Biasanya orang-orang tidak suka dengan banyak angka 7 bersamaan, sebagaimana 7 juga menyerupai orang yang rewel. 6 dan 9 juga tidak bagus jika saling berdampingan (69) – sepertinya nomor HP anda gagal total. Dan angka 4 pastinya tidak OKE jika anda membicarakannya dengan orang Cina,”
8888
Nomor ini berarti kejayaan, kejayaan dan kejayaan lagi! Jika anda menyanggupi nomor seperti ini, maka dapatkanlah!
3333
Angka-angka tunggal sangat terbatas sehingga mencapai harga yang sangat tinggi. “3” dalam hal ini berarti kehidupan dan pertumbuhan dan dianggap sangat menguntungkan pada sebuah nomor HP.
168
Tiga angka putih berbarengan berarti melipat gandakan penghasilan anda sehari-hari
sudahkah anda jumlah no hp anda? biasanya jumlahnya 2 digit..
contoh: 0819 9999 8989 = 0 + 8 + 1 + 9 + 9 + 9… + 8 + 9 = 88 = nomor hoki !
Angka merupakan sebuah hal yang unik dan pasti dalam sebuah kehidupan, karena semua yang ada di dunia ini hampir bisa semuanya dihitung.
Menurut Feng Shui, dimana Feng artinya Arah dan Shui Air (Tempat), yang dapat diartikan ramalan atau analisa terhadap tempat atau arah nomor atau tata ruang, nomor nomor yang terlibat dalam lingkungan sehari hari dapat menjadi peruntungan bagi seseorang yang memakainya.
Contoh saja nomor handphone, nomor mobil, nomor rumah, dll. Beberapa masyarakat percaya bahwa dengan nomor hoki (Nomor Hoki belum tentu nomor cantik), bisa merubah peruntungan kehidupannya. Maka orang dengan gencar memilih nomor nomor hoki dan bila perlu mencari nomor hoki dan cantik. Tetapi ada pula orang yang memilih nomor cantik tetapi artinya tidak hoki.
Dalam metode perhitungan feng shui, nomor nomor bisa diartikan sebagai berikut :
Angka 1 berarti : Satu , satu-satunya, saya, diri sendiri,
Angka 2 berarti : Mudah, gampang, tidak sulit
Angka 3 berarti : Menemukan, mendapatkan, hidup
Angka 4 berarti : Mati, miskin, susah
Angka 5 berarti : Tidak akan, tidak pernah, tidak bisa
Angka 6 berarti : Menuju, akan
Angka 7 berarti : Tepat, Hoki, Pasti, atau bisa disebut juga ketuhanan.
Angka 8 berarti : Makmur
Angka 9 berarti : Sukses, panjang, lama
Kombinasi kombinasi angka pun bisa berarti beraneka ragam, berdasarkan artian dari feng shui tersebut, misalkan :
168 artinya saya akan makmur
328 artinya menemukan kemudahan untuk makmur
28 artinya mudah makmur
54 artinya tidak akan susah, tidak akan miskin
78 artinya pasti makmur
Nomor nomor yang dijauhi seperti :
64 artinya akan miskin
74 artinya pasti miskin
58 artinya tidak akan makmur
24 artinya mudah mati
34 artinya hidup susah
LALU, apakah saya akan berhasil? Kiranya hanya usaha, kerja keras dan Doa yang bisa mewujudkannya. (*)
Sumber :
http://googleweblight.com/?lite_url=http://m.kompasiana.com/katedrarajawen/1-6-8-satu-jalan-menuju-sukses-kemauan_55009ab3a33311c2715112f2&ei=8wl_NfiA&lc=en-ID&s=1&m=321&host=www.google.co.id&ts=1483535458&sig=AF9NednpCSKakLF6PPdW_gwvfKShc5-Qcw)
https://googleweblight.com/?lite_url=https://pulsaelektrikdflash.wordpress.com/produk/nomor-hoki-168/&ei=AwV4FEuD&lc=en-ID&s=1&m=321&host=www.google.co.id&ts=1483535458&sig=AF9Nedk5AZNi8lmwaOopuwXsZPnP3ARyVg
Rabu, 04 Januari 2017
Ini Dia Siklus Air Baku Menjadi Air Bersih
Kebutuhan manusia akan air bersih tidak perlu
ditanya lagi. Setiap harinya, Air menjadi faktor utama dalam setiap kegiatan
manusia. Mulai dari aktivitas mencuci, mandi hingga kakus.
Selain itu, tubuh manusia juga membutuhkan air
untuk dikonsumsi. Fungsi dan manfaat air ini tidak dapat digantikan dengan
jenis minuman apapun. Air yang kita minum atau zat air yang berasal dari
berbagai jenis makanan dan juga minuman yang kita konsumsi setiap hari, akan
membantu proses metabolisme tubuh, membantu proses pencernaan, menjaga daya
tahan tubuh, mencegah penuaan dini, melembabkan kulit, mengeluarkan racun
hingga mempertajam ingatan pada otak manusia.
Lalu berapa banyak
Air Yang Dibutuhkan Oleh Tubuh Manusia?
Setiap hari kita
bernafas, mengeluarkan energi, buang air kecil, buang air besar hingga
aktivitas lainnya, merupakan hasil dari manfaat air yang kita minum. Oleh sebab
itu, tubuh memerlukan pasokan air yang cukup setiap harinya.
Agar organ
vital dalam tubuh anda dapat berfungsi dengan baik, dan racun yang ada didalam
tubuh tidak mengendap dan segera dikeluarkan dalam bentuk keringat, urine dan
kotoran lainnya.
Institute of
Medicine
mengungkapkan bahwa kebutuhan asupan air orang dewasa pria antara 3 liter atau
setara dengan 13 gelas (cangkir), sedangkan untuk wanita dewasa antara 2.2
liter setara dengan 9 gelas (cangkir) setiap harinya.
Namun hal
ini bukanlah patokan yang pasti, karena sebenarnya kebutuhan air pada tubuh
manusia itu berbeda-beda, hal ini dibedakan pada beberapa tingkatan.
Lalu tahukan Anda Bagaimana cara mengelola air baku menjadi air bersih hingga akhirnya diolah menjadi air yang layak untuk dikonsumsi?
Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat dipermukaan bumi. Baik kualitas maupun kuantitas, air harus dapat memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu, dari segi kuantitas dibanyak negara air tidak menjadi masalah. Terlebih lagi jika dapat mengelolanya dengan baik.
Air bersih dapat diartikan sebagai air yang memenuhi persyaratan untuk pengairan sawah, untuk treatment air minum hingga untuk treatmen air sanitasi.
Persyaratan disini ditinjau dari persyaratan kandungan kimia, fisika dan biologis. Atau memenuhi syarat sebagai berikut:
·
Umum: Air yang sehat dan aman itu adlah bisa
dikonsumsi oleh manusia
·
Fisik: Tidak berwarna, Tidak berbau dan Tidak
berasa
·
Kimia : Memiliki PH yang netral, tidak
mengandung racun dan logam berat berbahaya serta memiliki beberapa parameter.
Dan sebelum
dialirkan ke pelanggan, air baku tadi
harus melalui serangkaian proses pengolahan di Instalasi pengolahan Air (IPA) hingga
menjadi air bersih. Setidaknya ada 5 tahap proses pengolahan sampai menjadi air
bersih.
Tahapan proses
pengolahan tersebut adalah koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan
desinfeksi.
Tahap pertama adalah koagulasi
Koagulasi
adalah proses pencampuran bahan kimia (koagulan) dengan air baku. Sehingga
membentuk campuran yang homogen dengan disertai pengadukan cepat. Tipe
koagulator terdiri dari tipe hidrolis dan tipe mekanis.
Koagulan yang
digunakan antara lain Aluminium Sulfat dan Polyaluminium Chloride (PAC). Waktu
pengadukan 30 – 120 detik dengan nilai gradien kecepatan (G/detik) > 750.
Tahap kedua adalah flokulasi
Flokulasi adalah
proses pembentukan partikel flok yang besar dan padat dengan cara pengadukan
lambat agar dapat diendapkan.
Tipe flokulator
terdiri dari tipe hidrolis, mekanis, dan clarifier. Waktu kontak berkisar 20 –
100 menit. Nilai G/detik berkisat 100 – 5.
Tahap ketiga adalah sedimentasi
Pada prose ini,
terjadi pemisahan padatan dan air berdasarkan perbedaan berat jenis dengan cara
pengendapan.
Tipe bak
sedimentasi terdiri dari bak persegi (aliran horizontal), bak persegi aliran
vertikal (menggunakan pelat/tabung pengendap), bak bundar (aliran vertikal –
radial dan kontak padatan), serta tipe clarifier.
Kedalaman bak berkisar
antara 3 – 6 meter (bak persegi dan bak bundar) serta 0,5 – 1 meter
(clarifier). Waktu retensi 1 – 3 jam (untuk tipe bak persegi horizontal dan bak
bundar), 0,07 jam (waktu retensi pada pelat/tabung pengendap), dan 2 – 2,5 jam
(tipe clarifier).
Tahap keempat adalah filtrasi (saringan pasir cepat)
Yang merupakan proses
pemisahan padatan dari air melalui media penyaring seperti pasir dan antrasit.
Jenis saringan
terdiri dari saringan biasa (gravitasi), saringan dengan pencucian antar
saringan, dan saringan bertekanan. Kecepatan penyaringan 6 – 11 m/jam
(saringan biasa dan saringan dengan pencucian antar saringan) dan 12 – 33 m/jam
(saringan bertekanan).
Tahap kelima adalah desinfeksi
Pada proses
Desinfeksi ini adalah pembubuhan bahan kimia untuk mengurangi zat organik pada
air baku dan mematikan kuman/organisme.
Desinfektan yang digunakan antara lain
gas khlor dan kaporit. Setelah melewati proses pengolahan tersebut, air bersih
siap didistribusikan ke pelanggan.(*/berbagai sumber)
Senin, 02 Januari 2017
Selama Pergantian Tahun, Trafik Layanan Data Telkomsel Tembus 4 Petabyte
Jakarta - Mengakhiri tahun 2016 dan mengawali tahun 2017, Telkomsel tetap konsisten dalam melayani kebutuhan komunikasi pelanggannya.
Selama momen pergantian tahun tersebut tercatat trafik layanan data atau payload Telkomsel mencapai 4,25 petabyte. Jumlah ini terbilang melonjak sebesar 24,25 persen dibandingkan rata-rata payload pada hari normal (2016) sebesar 3,42 petabyte perhari.
Tingginya peningkatan trafik layanan data salah satunya dipicu oleh meningkatnya aktivitas pelanggan yang mengunggah foto atau momen penting menjelang dan setelah pergantian tahun melalui berbagai aplikasi media sosial dan instant messaging.
Selain itu, penggunaan smartphone dan komputer tablet untuk melakukan video streaming, music streaming, maupun online games juga meningkat pada periode tersebut.
Di samping layanan data, kenaikan trafik juga terjadi untuk layanan suara dan SMS. Trafik layanan suara meningkat tipis 0,1 persen dibanding hari normal menjadi 1,5 miliar menit, sementara trafik layanan SMS naik 18,4% ketimbang hari normal menjadi 929 juta SMS.
Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati dalam rilisnya mengaku sangat bersyukur atas keberhasilan timnya dalam menyiagakan jaringan dalam kondisi yang maksimalkan dengan baik kepada masyarakat di momen pergantian tahun.
"Terima kasih atas kepercayaan pelanggan, sekaligus mohon maaf apabila masih terdapat kendala saat pelanggan menikmati layanan kami," tulisnya.
Adita juga menambahkan kenyamanan pelanggan dalam berkomunikasi di momen-momen spesial amat penting.
Ini tentunya menjadi tantangan bagi kami untuk meningkatkan kualitas layanan pada momen-momen penting lainnya yang akan datang.
Untuk mengantisipasi lonjakan trafik layanan yang sudah rutin terjadi pada momen pergantian tahun, sejak jauh hari Telkomsel telah melakukan sejumlah peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan di seluruh Indonesia.
687 titik keramaian utama seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, tempat wisata, mal dan pusat perbelanjaan, serta rumah ibadah telah diperkirakan akan dipadati oleh pelanggan pada masa pergantian tahun.
Beberapa aktivitas yang dilakukan Telkomsel di antaranya membangun 723 base transceiver station (BTS) baru, mengerahkan 91 compact mobile base station (Combat), dan menambah kapasitas untuk layanan internet menjadi 837 Gbps.
Dari sisi layanan, Telkomsel menyiagakan 487 Armada Mobile GraPARI, 2.668 modern channel Siaga dan 3.779 outlet Siaga, serta 85 GraPARI Siaga dan Call Center yang siap melayani pelanggan tanpa kenal hari libur.(*)
Tiga Hal Ini Jadi Penyebab Air ke Pelanggan Keruh. Begini Cara Mengatasinya
Guna
memberikan yang terbaik bagi pelanggannya, PT Adhya Tirta Batam (ATB),
menyediakan air bersih yang sesuai dengan dengan standar yang sudah ditentukan
oleh World Health Organization (WHO) dan Peraturan Menteri Kesehatan
(Permenkes).
Terkadang,
suplai air bersih yang diterima oleh pelanggan keruh dan tidak jernih seperti
biasanya. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah, KENAPA SAMPAI HAL TERSEBUT BISA
TERJADI?
Begini
penjelasannya, kondisi air keruh yagn diterima oleh pelanggan ATB bisa
disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya adanya gangguan pada Instalasi
pengolahan air (IPA)-nya, usia pipa yang ada di dalam jaringan rumah pelanggan hingga
terjadi Turbelensi air. Berikut penjelasannya.
1.
Gangguan pada Instalasi Pengolahan Air
Kondisi
air keruh yang disebabkan oleh adanya pekerjaan pada pipa transmisi utama
terkadang terjadi.
Dan
hal ini disebabkan oleh adanya pekerjaan pada pipa distribusi. Dimana secara
berkala ATB selalu membersihkan jaringan pipa agar kualitas air dari ATB ke
pelanggan tetap terjaga.
Namun terkadang proses pemeliharaan pipa tersebut, menyisakan lumpur yang membuat air sedikit keruh. Kondisi air keruh ini, umumnya hanya berlangsung sementara, setelah beberapa saat air akan kembali jernih.
Kita hanya perlu mengalirkan air sisa proses pembersihan tersebut sementara waktu hingga akhirnya jernih.
2.
Usia Pipa di jaringan dalam rumah pelanggan
Selain
sisa pembersihan pipa, air keruh juga dapat disebabkan oleh pipa jaringan dalam
pelanggan. Pipa pelanggan yang sudah
termakan usia dan tidak sesuai peruntukan bisa menjadi salah satu penyebab air
ATB yang diterima pelanggan keruh.
3.
Turbelensi Air
Selain itu, kondisi turbulensi atau tekanan air tinggi juga menjadi salah satu penyebab kualitas air ATB yang diterima pelanggan menurun.
Turbulensi terjadi saat air mulai mengalir usai terjadinya gangguan suplai akibat gangguan listrik atau lainnya, terkadang ada sisa kotoran di pipa yang ikut terbawa.
Terjadinya turbulensi dikarenakan pada saat pertama kali mengalir, tekanan air di pipa cukup tinggi sehingga sisa-sisa kotoran yang ada di pipa ikut terbawa, hal ini hanya bersifat sementara waktu.(*)
Jumat, 30 Desember 2016
Yuk Ikutan Gerakan Tangan Diatas, Membantu Sesama
Foto:ilustrasi
Terkadang hal yang tidak diinginkan (musibah) oleh seseorang datang secara tiba-tiba dan tanpa sebab.
Sehingga banyak menimbulkan korban jiwa dan harta benda.
Untuk Membantu dan meringankan Sesama persoalan kemanusiaan secara terencana, terkonsep, terintegrasi, dan berkesinambungan sehingga menjadi formula ideal dalam mengatasi berbagai problem kemanusiaan baik dalam skala lokal, nasional, regional, maupun global, terbentuklah "Gerakan Sosial Tangan Diatas".
MARI SALURKAN bantuan dan kedermawaaan anda bersama kami melalui nomor rekening 109 00 1043132 8 (Bank Mandiri) dan 4720 01 003782 53 4 (Bank BRI).
Kepedulian Anda terhadap Sesama yang membutuhkan menjadi "kunci" utama dalam membantu mereka.(*/berbagai sumber)
Terkadang hal yang tidak diinginkan (musibah) oleh seseorang datang secara tiba-tiba dan tanpa sebab.
Sehingga banyak menimbulkan korban jiwa dan harta benda.
Untuk Membantu dan meringankan Sesama persoalan kemanusiaan secara terencana, terkonsep, terintegrasi, dan berkesinambungan sehingga menjadi formula ideal dalam mengatasi berbagai problem kemanusiaan baik dalam skala lokal, nasional, regional, maupun global, terbentuklah "Gerakan Sosial Tangan Diatas".
MARI SALURKAN bantuan dan kedermawaaan anda bersama kami melalui nomor rekening 109 00 1043132 8 (Bank Mandiri) dan 4720 01 003782 53 4 (Bank BRI).
Kepedulian Anda terhadap Sesama yang membutuhkan menjadi "kunci" utama dalam membantu mereka.(*/berbagai sumber)
Kamis, 29 Desember 2016
Ketersedian Air Bersih Cenderung Menipis Akibat Dampak Manusia dan Alam?
Kebutuhan Air bersih dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Oleh karena itu, pengelolaan air bersih di Indonesia sudah diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
Namun demikian, hingga saat ini masih banyak yang belum menikmati fasilitas air bersih tersebut.
Selain Indonesia, berdasarkan data WHO (2000), diperkirakan terdapat lebih miliaran manusia setiap harinya terkena dampak kekurangan air lebih dari 40 negara di dunia. Dari jumlah tersebut, 1,1 miliar tidak mendapatkan air yang memadai dan 2,4 miliar lainnya tidak mendapatkan sanitasi yang layak.
Akibatnya, diperkirakan pada tahun 2050 diprediksikan 1 dari 4 orang akan terkena dampak dari kekurangan air bersih (Gardner-Outlaw and Engelman, 1997 dalam UN, 2003).
Di Indonesia sendiri, dengan jumlah penduduk mencapai lebih 200 juta jiwa, kebutuhan air bersih menjadi semakin mendesak. Kecenderungan konsumsi air diperkirakan terus naik hingga 15-35 persen per kapita per tahun.
Sementara ketersediaan air bersih cenderung melambat (berkurang) akibat kerusakan alam dan pencemaran lingkungan. Sekitar 119 juta jiwa (rakyat Indonesia) belum memiliki akses terhadap air bersih (Suara Pembaruan – 23 Maret 2007).
Penduduk Indonesia yang bisa mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, diketahui baru mencapai 20 persen dari total penduduk Indonesia. Itupun yang dominan adalah akses untuk perkotaaan. Dengan kata lain, masih ada 82 persen rakyat Indonesia terpaksa mempergunakan air yang tak layak secara kesehatan.
Untuk persentase akses daerah pedesaan terhadap sumber air di Indonesia, lebih rendah daripada beberapa negara tetangga seperti Malaysia.
Di Malaysia, tingkat akses sumber air di pedesaan mencapai 94 persen. Di negara Indonesia yang kaya sumber daya air ini, angka akses pedesaan terhadap air bersih hanya menyentuh level 69 persen, atau lebih rendah dari Vietnam yang telah mencapai 72 persen.
Pada akhir tahun 2019 diperkirakan jumlah penduduk perkotaan mencapai 150,2 juta jiwa dengan konsumsi per kapita sebesar 125 liter, sehingga kebutuhan air akan mencapai 18,775 miliar liter per hari.
Berdasarkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kebutuhan air untuk industri akan melonjak sebesar 700 perseb pada tahun 2025 mendatang. Sementara untuk perumahan dipastikan akan naik rata-rata 65 persen dan untuk produksi pangan naik 100 persen.
Sehingga, pada tahun 2000 untuk berbagai keperluan di Pulau Jawa diperlukan setidaknya 83,378 miliar meter kubik air bersih.
Sedangkan potensi ketersediaan air, baik air tanah maupun air permukaan hanya 30,569 miliar meter kubik.
Sehingga pada tahun 2015 krisis air di Pulau Jawa akan jauh lebih parah karena diperkirakan kebutuhan air akan melonjak menjadi 164,671 miliar meter kubik. Sedangkan potensi ketersediaannya cenderung menurun.
Di daerah perkotaan seperti Jakarta saja, masih banyak warga yang belum mendapatkan fasilitas air bersih. Jakarta dialiri 13 sungai, terletak di dataran rendah dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa.
Seiring dengan pertumbuhan penduduk Jakarta yang sangat pesat, berkisar hampir 9 juta jiwa, maka penyediaan air bersih menjadi permasalahan yang rumit. Dengan asumsi tingkat konsumsi maksimal 175 liter per orang, dibutuhkan 1,5 juta meter kubik air dalam satu hari.
Neraca Lingkungan Hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta tahun 2003 menunjukkan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) diperkirakan baru mampu menyuplai sekitar 52,13 persen kebutuhan air bersih untuk warga Jakarta. (Kompas, 20 Juni 2005).
Penyebab Kelangkaan Air Bersih
1. Perilaku Manusia
Kodoatie dalam bukunya yang berjudul Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu mengungkapkan, bahwa faktor utama krisis air adalah perilaku manusia guna mencukupi kebutuhan hidup yaitu perubahan tata guna lahan untuk keperluan mencari nafkah dan tempat tinggal.
Sebagian besar masyarakat Indonesia, menyediakan air minum secara mandiri, tetapi tidak tersedia cukup informasi tepat guna hal hal yang terkait dengan persoalan air, terutama tentang konservasi dan pentingnya menggunakan air secara bijak.
Masyarakat masih menganggap air sebagai benda sosial. Masyarakat pada umumnya tidak memahami prinsip perlindungan sumber air minum tingkat rumah tangga, maupun untuk skala lingkungan. Sedangkan sumber air baku (sungai), difungsikan berbagai macam kegiatan sehari hari, termasuk digunakan untuk mandi, cuci dan pembuangan kotoran/sampah.
Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa air hanya urusan pemerintah atau PDAM saja, sehingga tidak tergerak untuk mengatasi masalah air minum secara bersama. Populasi yang terus bertambah dan sebaran penduduk yang tidak merata.
Pemanfaatan sumberdaya air bagi kebutuhan umat manusia semakin hari semakin meningkat. Hal ini seirama dengan pesatnya pertumbuhan penduduk di dunia, yang memberikan konsekuensi logis terhadap upaya-upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya.
Disatu sisi kebutuhan akan sumberdaya air semakin meningkat pesat dan disisi lain kerusakan dan pencemaran sumberdaya air semakin meningkat pula sebagai implikasi industrialisasi dan pertumbuhan populasi yang tidak disertai dengan penyebaran yang merata sehingga menyebabkan masih tingginya jumlah orang yang belum terlayani fasilitas air bersih dan sanitasi dasar.
Selain itu meningkatnya jumlah populasi juga berdampak pada sanitasi yang buruk yang akan berpengaruh besar pada kualitas air. Sekitar 60 rumah di Jakarta memiliki sumur yang berjarak kurang dari 10 meter dari septic tank.
Jumlah septic tank di Jakarta lebih dari satu juta. Melimpahnya jumlah septic tank yang terus bertambah tanpa ada regulasi yang baik mengakibatkan pencemaran air tanah dan membahayakan jutaan penduduk.
2. Penggundulan Hutan
Kerusakan lingkungan yang makin parah akibat penggundulan hutan merupakan penyebab utama kekeringan dan kelangkaan air bersih. Kawasan hutan yang selama ini menjadi daerah tangkapan air (catchment area) telah rusak karena penebangan liar.
Laju kerusakan di semua wilayah sumber air semakin cepat, baik karena penggundulan di hulu maupun pencemaran di sepanjang DAS. Kondisi itu akan mengancam fungsi dan potensi wilayah sumber air sebagai penyedia air bersih.
Berdasarkan data di Departemen Kehutanan hingga tahun 2000 saja diketahui luas lahan kritis yang mengalami kerusakan parah di seluruh Indonesia mencapai 7.956.611 hektare (ha) untuk kawasan hutan dan 14.591.359 ha lahan di luar kawasan hutan.
Sedangkan pada tahun yang sama rehabilitasi atau penanaman kembali yang dilakukan pemerintah hanya mampu menjangkau 12.952 ha kawasan hutan dan 326.973 ha di luar kawasan hutan.
3. Global Warming
Pemanasan global telah memicu peningkatan suhu bumi yang mengakibatkan melelehnya es di gunung dan kutub, berkurangnya ketersediaan air, naiknya permukaan air laut dan dampak buruk lainnya.
Seiring dengan semakin panasnya permukaan bumi, tanah tempat di mana air berada juga akan cepat mengalami penguapan untuk mempertahankan siklus hidrologi. Air permukaan juga mengalami penguapan semakin cepat sedangkan balok-balok salju yang dibutuhkan untuk pengisian kembali persediaan air tawar justru semakin sedikit dan kecil.
Ketika salju mencair tidak menurut musimnya yang benar, maka yang terjadi bukanlah salju mencair dan mengisi air ke danau, salju justru akan mengalami penguapan. Danau-danau itu sendiri akan menghadapi masalahnya sendiri ketika airnya tidak lagi membeku.
Air akan mengalami penguapan yang jauh lebih lambat ketika permukaannya tertutup es, sehingga ada lebih banyak air yang tersisa dan meresap ke dalam tanah. Ketika terjadi pembekuan yang lebih sedikit, artinya semakin banyak air yang dilepaskan ke atmosfir.
Maka, ketika gletser yang tersisa dari zaman es mencair semua, sungai-sungai akan kehilangan sumber air.
4. Pencemaran Air
Saat ini pencemaran air sungai, danau dan air bawah tanah meningkat dengan pesat. Sumber pencemaran yang sangat besar berasal dari manusia, dengan jumlah 2 milyar ton sampah per hari, dan diikuti kemudian dengan sektor industri dan perstisida dan penyuburan pada pertanian (Unesco, 2003).
Sehingga memunculkan prediksi bahwa separuh dari populasi di dunia akan mengalami pencemaran sumber-sumber perairan dan juga penyakit berkaitan dengannya.
Hilman Masnellyarti, Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup mengungkapkan bahwa kelangkaan air bersih disebabkan pula oleh pencemaran limbah di sungai.
Diperkirakan, 60 persen sungai di Indonesia, terutama di Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, tercemar berbagai limbah, mulai dari bahan organik hingga bakteri coliform dan fecal coli penyebab diare.
Sungai-sungai di Pulau Jawa umumnya berada pada kondisi memprihatinkan akibat pencemaran limbah industri dan limbah domestik. Padahal sebagian besar sungai itu merupakan sumber air bagi masyarakat, untuk keperluan mandi, cuci, serta sumber baku air minum olahan (PAM).
5. Manajemen Pengelolaan Air yang Kurang Baik
Departemen Pekerjaan Umum bertanggung jawab terhadap infrastruktur air, Departemen Dalam Negeri mengurusi pentarifan air, Departemen Kehutanan bertanggung jawab terhadap konservasi sumber daya air, sedangkan masalah kualitas air oleh Departemen Kesehatan.
Banyaknya institusi yang terlibat dan tumpang-tindihnya pengambilan kebijakan tentang air oleh berbagai departemen yang ada ditambah lagi dengan kurangnya koordinasi antara institusi tersebut menyebabkan kegagalan program pembangunan Indonesia di sektor air.
Anggaran yang tidak mencukupi, menurut Depkes, selama 30 tahun terakhir, anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan sanitasi (termasuk penyediaan air bersih) hanya sekitar 820 juta dolar AS atau setara Rp 200 per orang per tahun.
Padahal kebutuhannya mencapai Rp 470 per rupiah per tahun. Versi Bank Pembangunan Asia perlu RP 50 triliun untuk mencapai target MDGs 2015 dengan 72,5% penduduk akan terlayani oleh fasilitas air bersih dan sanitasi dasar.
Dalam APBN tahun 2008, anggaran untuk sanitasi itu hanya 1/214 dari anggaran subsidi BBM. Dari anggaran tersebut terlihat pemerintah belum melihat anggaran untuk perbaikan sanitasi sebagai investasi tetapi mereka melihatnya sebagai biaya.
Padahal menurut perhitungan WHO dan sejumlah lembaga lain setiap US$ 1 investasi di sanitasi dan air bersih akan memberikan manfaat ekonomi sebesar US$ 8 dalam bentuk peningkatan produktivitas dan waktu, berkurangnya angka kasus penyakit dan kematian. (*/berbagai sumber)
Rabu, 28 Desember 2016
Kebocoran Pipa ATB Sebabkan Suplai Air ke Pelanggan Terganggu
Sebagai penyedia air bersih di Kota Batam, saat ini PT. Adhya Tirta Batam (ATB) memiliki cakupan layanan mencapai 99,5 persen. Dengan kata lain, hampir seluruh wilayah di Kota berbentuk kalajengking ini sudah terlayani air bersih dari ATB.
Sejalan dengan berkembangnya Kota Batam, pertumbuhan pelanggan ATB pun kian bertambah. Sehingga suplai air ke pelanggan pun sedikit banyak berpengaruh. Khususnya konsumen ATB yang berada di dataran tinggi dan terjauh dari Instalasi Pengolahan Air (IPA)
Kondisi ini, membuat munculnya Jam puncak yang kerap di alami oleh pelanggan pada jam-jam sibuk atau pagi dan sore hari.
“Saat ini memang ada pelanggan yang mengeluh dengan suplai air, terutama saat pagi dan sore hari. Bahkan air hanya mengalir pada malam hari pada suatu wilayah. Suplai air terkadang dipengaruhi oleh kebocoran pipa yang tidak terduga yang mengakibatkan air tidak mengalir normal bahkan tidak mengalir," ucap Enriqo Moreno Corporate Communication Manager ATB, Kamis (29/12).
Menurutnya, ATB bukan mengabaikan keluhan pelanggan tersebut, namun selalu berupaya memperkuat jaringan distribusi. Hanya saja, memang memerlukan waktu, disebabkan adanya perencanaan biaya, jalur pipa, dan lainnya. Selain itu dikerjakannya juga harus bertahap, tidak dapat sekaligus.
Sementara panjang pipa yang sudah dibangun ATB juga berpengaruh kepada suplai air pelanggan. Semakin panjang pipa yang dimiliki, ATB harus semakin intensif melakukan perawatan secara berkala.
Terkadang untuk mengoptimalkan perawatan yang dilakukan, harus menonaktifkan aliran air dari beberapa pipa sehingga berdampak mengecil atau bahkan berhentinya suplai air kepada pelanggan selama pengerjaan berlangsung.
“Perawatan pipa tersebut tidak dapat dihindari. ATB harus melakukan perawatan untuk menghindari dampak yang lebih besar di kemudian hari. Pipa juga harus dirawat secara berkala agar kualitasnya tetap terjaga dan selalu berfungsi dengan baik,” terangnya.
Enriqo menuturkan, ATB memang telah menentukan standar pipa yang ditetapkan, namun kebocoran pipa tidak dapat dihindari. Kebocoran tersebut juga berdampak pada terganggunya suplai air kepada pelanggan.
Kebocoran dapat terjadi karena beberapa hal, bisanya karena pipanya yang sudah lama atau terkena galian.
“Apabila bocor pipa kecil tidak berdampak besar, namun terkadang untuk memperbaiki kebocoran yang cukup besar ATB harus menghentikan sementara suplai air kepada beberapa pelanggan agar perbaikan kebocorannya lebih optimal,” ujarnya.
Untuk menjaga kuantitas, kualitas dan kontinyuitas pelayanan kepada pelanggan, ATB sudah memanfaatkan tanki reservoir. Saat ini ATB memiliki 15 tanki reservoir yang tersebar di beberapa wilayah di Kota Batam.
“Tanki tersebut diharapkan dapat menjaga suplai air ke pelanggan. Bila ada gangguan listrik, pemeliharaan jaringan atau perbaikan kebocoran tidak secara sesaat air ikut mati, namun masih ada cadangan air bersih yang tersimpan dalam tanki," katanya.
Agar pelanggan lebih nyaman dan bisa menggunakan air bersih, sebaiknya menampung air secukupnya, sehingga bila ada gangguan suplai akibat pekerjaan ATB tetap dapat menggunakan air. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)
Sensasi 'Tak Mau Cek-Out' Landa Tamu Hotel Best Western Premier Panbil Batam Hotel
Akhir pekan menjadi momen yang tepat untuk 'mengasingkan' diri dari keramaian kota. Banyak di antaranya memilih untuk ref...
-
Sudah kodratnya di dunia ini segala sesuatunya tidak pernah pasti. Satu hal yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri. B...
-
Minimnya jaringan telekomunikasi di pulau terdapan menjadi penghambat dalam berbagai hal. NamunTelkomsel mewujudkannya demi NKRI BA...















